Jumat, 08 Februari 2019

Tingkatkan Daya Saing Dalam Revolusi Industri Penyiaran, FIKOM UEU Bangun Broadcast Integrated System


Sebagai langkah untuk meningkatkan kemampuan para mahasiswa dan lulusan di era evolusi industri yang semakin canggih ini, FIKOM Esa Unggul melakukan terobosan dengan mendirikan studio televisi. “Kami berjuang mendekatkan mereka dengan teknologi teranyar di bidang broadcasting, agar mereka besok siap pakai” ungkap Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Esa Unggul, Dr Halomoan Harahap, Rabu (6/2).
Menurutnya, revolusi industri penyiaran yang begitu cepat mesti segera mungkin diantisipasi dengan sokongan fasilitas dan sistem pembelajaran yang baik. Karena hal tersebut pihak fakultas mencoba penambahan sejumlah perangkat yang diperlukan studio tersebut. Namun, pengadaan perangkat baru masih butuh waktu sebab harganya yang lumayan mahal.
Selain itu, Fikom Esa Unggul sendiri telah mempunyai sejumlah rencana jangka panjang. Seperti pembangunan studio radio yang lebih canggih dari yang ada ketika ini, studio digital printing sampai conference studio. “Kami sudah ucapkan hal ini ke perguruan, jadi ini semacam broadcast integrated system” ungkap Halomoan.
Saat ini sejumlah perlengkapan modern sudah bisa dioperasikan di studio televisi Esa Unggul. Seperti sepasang kamera Grass Valley HD, transmisi adapter, operating control panel, telepromter, video switcher, vmix digital recorder, video player dan sebagainya.


Dengan perlengkapan tersebut sudah lumayan untuk melangsungkan acara talkshow, pemberitaan sampai hiburan. “Untuk pelatihan mahasiswa sudah memadai dan kampus yang mempunyai studio modern seperti ini baru kita,” ucapnya.
Fasilitas tersebut dapat diperasikan lima petugas di ruang kontrol, dua petugas kamera dan presenter maksimal 4 orang. Pihaknya berharap supaya fasilitas modern itu dipertahankan sebaik mungkin supaya juga dapat dipakai mahasiswa jurusan jurnalistik, periklanana maupun kehumasan.
Read More..

Rabu, 28 November 2018

Fakultas Ilmu Komunikasi Gelar Kuliah Tamu Bahas Dunia Periklanan Indonesia di Era Disrupsi Digital dan Industri 4.0

 
Prof. Dr. Rudy Harjanto, M.M, M.Sn, S.Ikom. Saat Menyampaikan Kuliah di Universitas Esa Unggul

Esaunggul.ac.id, Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Esa Unggul menggelar Kuliah Tamu pada Kamis (8/11) lalu , yang menghadirkan pembicara Rektor Universitas Moestopo Beragama sekaligus Mantan Ketua Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia, Prof. Dr. Rudy Harjanto, M.M, M.Sn, S.Ikom. Dalam kuliah Tamu tersebut Harjanto membahas kepada para peserta terkait “Dunia Periklanan Indonesia di Era Disrupsi Digital dan Industri.
Dalam pemaparanya Rudy mengatakan saat ini fragmentasi media periklanan mulai mendapatkan tantangan melalui munculnya sejumlah aplikasi dan sosial media yang lebih efesien dan efektif. Untuk itu, sejumlah pelaku periklanan melakukan sejumlah inovasi lewat kreativitas, pengukuran dan Platform untuk membentuk kembali rantai nilai iklan.
“Saat ini dunia periklanan memiliki tantangan yakni beralihnya konsumen kepada media digital, tentunya banyak hal yang mesti diperhatikan salah satunya inovasi dan Kreativitas, Hal lainnya yang harus diperhatikan yakni penggunaan Teknologi dan Media Kreatif,” ujar Harjanto, di Universitas Esa Unggul, Kebon Jeruk, beberapa waktu yang lalu.

 
Suasana Saat Kuliah Umum Fikom

Harjanto pun mengingatkan kepada para peserta dalam melakukan proses kreativitas di dunia periklanan harus melihat kebutuhan pasar yang mampu menarik perhatian masyarakat, di dunia media hal ini akrab disebut sebagai “Agenda Setting.”
“Tentunya dalam melakukan marketing dan periklanan, kita harus menentukan topik yang dapat menjadi pusat perhatian, jika sebuah topik sering diliput dan menyolok khalayak akan menganggap topik itu sangat penting. Hal itu sering kita sebut sebagai agenda setting,” terang.
Dirinya pun berharap para peserta yang kebanyakan merupakan mahasiswa Fikom Esa Unggul memiliki kemampuan analisa yang baik terhadap fenomena pergeseraan adevertising dan marketing di media. “Intinya, Marketing dan advertising di masa depan akan berubah untuk itu pelaku terutama para mahasiswa yang nantinya bekerja di media periklanan harus mampu mentransformasikan skill mereka pada platform yang tentunya saat ini sudah baru yakni mengadapai era industri digital Disruption,” tutupnya.
Read More..

Selasa, 11 Juli 2017

ESA UNGGUL TALKSHOW DI 12 PROVINSI DI INDONESIA




Esa Unggul Jakarta Talkshow
Esa Unggul Jakarta Talkshow

ESA UNGGUL TALKSHOW DI 12 PROVINSI DI INDONESIA

Ikuti Talkshow Universitas Esa Unggul di 27 stasiun radio di kotamu, di 12 Provinsi di Indonesia
Jawa Tengah, Jawa Barat, Kalimantan Selatan,Kalimantan Utara, Bali, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Banten , Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara dan Nusa Tenggara Barat.
Tanggal : 18 Juli 2017
Jam : 09.00 – 10.00
Tema : Program Studi Farmasi
Tempat : Lobby Universitas Esa Unggul
Jadilah bagian dari mahasiswa kampus Unggulan dan penuh prestasi.tentukan pilihan masa depanmu bersama Universitas Esa Unggul.
http://siakad.esaunggul.ac.id/pendaftaran/front/
NO RADIO FREKUENSI KOTA PROVINSI
1 Up Radio 98.5 FM Semarang Jawa Tengah
2 Zora FM 90.1 FM Bandung Jawa Barat
3 Karavan 107.3 FM Solo Jawa Tengah
4 Up Radio 98.5 FM Semarang Jawa Tengah
5 Rosco 92.1 FM Surabaya Jawa Timur
6 Music Channel 96.0 FM Banjarmasin Kalimantan Selatan
7 Fajar FM 89.3 FM Makassar Kalimantan Selatan
8 BBI 106.9 FM Bali Bali
9 Sonya FM 106.6 FM Medan Sumatera Utara
10 Green Radio 96.7 FM Pekanbaru Riau
11 Pratama 88 FM Pekanbaru Riau
12 Start Panyabungan 102.6 FM Panyabungan Jambi
13 Saga 99 99 FM Merangin Jambi
14 Prima 96.1 FM Serang Banten
15 Pro 103.6 FM Cilegon Banten
16 Kaltara 105.8 FM Tanjung Selor Kalimantan Utara
17 Galasika 93.3 FM Luwuk Sulawei Tengah
18 Galasika 100.3 FM Toili Sulawei Tengah
19 Dirgantara 94 FM Negara Bali
20 CWS 89.40 FM Manado Sulawesi Utara
21 Mataram 90.8 FM Mataram Nusa Tenggara Barat
22 Lesmana 100.1 FM Bogor Jawa Barat
23 Immanuel 94.3 FM Solo Jawa Tengah
24 Arma 87.9 FM Yogyakarta Jawa Tengah
25 Sky 103.6 FM Timika Papua
26 Gibel 99.7 FM Muaro Jambi
27 Swara Malole 106.7 FM Rote Ndao Nusa Tenggara Timur

Read More..

Realted Posts